Sejak Robin Cheng mulai menggunakan jasa penyimpanan kami sejak tahun 2019, dan mengunjungi unit penyimpanannya sedikitnya dua minggu sekali. Seringkali ia membawa wadah plastik berisikan komponen elektronik ke dalam penyimpanannya. Ketika dia mulai membawa meja jamuan, kami berasumsi bahwa ia juga menyimpannya.

Sekitar satu tahun kemudian, Robin datang dengan meja jamuan lain. Kali ini kami sempat berbasa-basi. Ia bercerita tentang bagaimana dia menggunakan meja jamuan untuk mengatur barang-barang di unit penyimpanannya. Jadi, kami mengikutinya ke unit penyimpanannya untuk melihat sendiri apa yang dimaksud.

“Beberapa meja jamuan ini adalah dari kantor saya sebelumnya,” kata Robin sambil membuka pintu penyimpanannya. “Kami terakhir menggunakannya untuk pelatihan. Tapi saya sudah meninggalkan kantor karena kami sudah online sekarang.”

Di dalam unit penyimpanannya, meja jamuan ditumpuk untuk menjadi rak untuk wadah-wadah plastik. Kami dapat melihat komponen elektronik yang ada di dalam wadah-wadah ini, dan masing-masing diberi label dengan spidol merah. Hal itu sangat mengagumkan karena sistematis dan terorganisir dengan baik.

“Jadi, apa yang perusahaan Anda, Trackertronix, lakukan?” kami bertanya.

“Awalnya kami memberikan pelatihan, seperti robotik di Malaysia, kepada guru dan dosen dari sekolah vokasi dan politeknik,” katanya. Dan ketika kami bertanya, kapan ia memulai bisnisnya, Robin hanya menjawab, “Bertahun-tahun yang lalu.”

Di situs web Trackertronix, slogan perusahaannya adalah: “Poweroff Troubleshooting sejak 1979.” Jadi, sudah sekitar 41 tahun sejak perusahaan ini berdiri, di mana benar-benar “Bertahun-tahun yang lalu.”

Sebelum Trackertronix, Robin hanya menyukai bermain dengan komunikasi berbasis komputer dan robotik. Saat mengetahui tentang kebutuhan untuk melatih di sekolah kejuruan dan politeknik, Robin memulai Trackertronix.

Trackertronix adalah salah satu perusahaan pertama di Malaysia yang menyediakan materi dan layanan pelatihan yang berkaitan dengan komunikasi berbasis komputer dan robotik.

Seiring berjalannya waktu, kemajuan sosial dan teknologi yang pesat secara bertahap mengubah arah bisnis Trackertronix ke memperbaiki dan menyalurkan peralatan dan sistem pemrograman. Mereka juga menjajal ke berbagai jenis alat tes.

Sekarang, karena mereka telah bergeser ke bisnis daring, tidak ada lagi kebutuhan kantor fisik. Sebagai bagian dari solusi transisi mereka, Robin menyambangi Cube Self Storage untuk menyimpan stok usahanya dan bahan sisa dari proyek-proyek sebelumnya.

“Saya tidak bisa menyimpan komponen elektronik ini di suhu ruangan begitu saja. Kondisi komponen-komponen ini akan menurun dan tidak akan berfungsi lagi. Kalau rusak, bagaimana saya bisa menjualnya?” ia terkekeh.

“Suhu adalah yang sangat penting untuk menjaga kondisinya. Itu sebabnya saya menyimpannya di sini dalam penyimpanan dengan iklim terkontrol. Saya merasa senang ketika saya datang untuk bekerja n di sini. Jadi, saya bisa membayangkan betapa nyamannya barang-barang saya berada di penyimpanan ini sepanjang waktu.”

Meskipun pasar untuk Trackertronix adalah niche (red.: tidak untuk semua orang), Robin masih melakukan perjalanan antara Vietnam dan Malaysia untuk mendukung dan melatih orang-orang di industri ini yang menggunakan robot dan sistem pemrograman, contohnya industri otomotif.

Terkadang, ia masih mendapat pertanyaan terkait suku cadang elektronik lama yang sudah tidak diproduksi lagi dari sekolah dan pelatih yang telah mendapatkan pelatihan robotika darinya di Malaysia.

“Murid-murid cenderung meledakkan barang-barang,” jelas Robin. “Jadi, mereka akan selalu mencari suku cadang. Kalau Anda bukan seorang murid, Anda perlu melakukan kesalahan. Anda perlu meledakkan barang-barang sehingga ketika Anda mulai bekerja, Anda tidak meledakkannya,” tawanya. “Tidak ada orang yang berhasil tanpa gagal terlebih dahulu.”

Saat kami meninggalkan Robin untuk melanjutkan menyusun meja jamuan untuk menciptakan rak untuk wadah-wadahnya, kami terpikir tentang kata-katanya: “Tidak ada orang yang berhasil tanpa gagal terlebih dahulu.”

Ini adalah hal yang benar tapi seing kita abaikan, karena tidak ada orang yang suka kegagalan. Tapi terkadang kita perlu untuk gagal agar kita bisa terus berkembang. Dan kami bertanya-tanya, berapa kali Robin gagal sebelum dia menemukan cara menggunakan meja-meja jamuan sebagai rak untuk barang-barangnya?

Mungkin itu akan menjadi cerita 1 sq.ft. untuk lain waktu.

Oleh Tilon Sagulu

1 sq.ft. Story adalah seri di mana pelanggan Cube Self Storage berbagi pilihan lifestyle, pengalaman, dan cerita yang unik. Lihat postingan Elaine Hong dari ENYA di sini. Jika Anda berkenan untuk ditampilkan, hubungi Tilon di [email protected].